Praktikum pemilihan if, then dan case

Praktikum pemilihan if, then dan case


pertama buka debian anda, kemudian masuk ke akses super user

setelah itu buat file menggunakan perintah nano latihan2.sh

dalam file itu masukan script seperti ini :

#!/bin/bash

echo

echo Silahkan pilih dalah satu opsi di bawah ini

echo


echo 'a=Menampilkan tanggal dan waktu'

echo 'b=Daftar file dan direktori'

echo 'c=Daftar pengguna yang masuk'

echo 'd=Periksa waktu aktif sistem'

echo


read choices

case $choices in

a) date;;

b) ls;;

c) who;;

d) uptime;;

*) echo Pilihan salah - Bye

esac


simpan file dengan menekan ctrl+o kemudian enter dan tutup file dengan menekan ctrl+x
buka file tadi dengan memasukan perintah bash latihan1.sh

dan berhasil.



Praktikum Dasar Shell

Praktikum Dasar Shell


pertama buka debian anda, kemudian masuk ke akses super user. 

setelah itu buat file menggunakan perintah nano latihan.sh 

dalam file itu masukan script seperti ini :


#!bin/bash

#inputan dari user

echo "Siapa nama depan anda ?"

read a

echo

echo "siapa nama belakang anda ?

read b

echo

echo Apa kabar $a $b


simpan file dengan menekan ctrl+o kemudian enter dan tutup file dengan menekan ctrl+x
buka file tadi dengan memasukan perintah bash latihan1.sh dan selesai.


Praktikum Shell Pengulangan

 Praktikum Shell Pengulangan


pertama buka debian anda, kemudian masuk ke akses super user

setelah itu buat file menggunakan perintah nano latihan1.sh

dalam file itu masukan script seperti ini :

#!bin/bash

for i in 1 2 3 4 5 

do

echo "Selamat datang $i kali"

done



simpan file dengan menekan ctrl+o kemudian enter dan tutup file dengan menekan ctrl+x
buka file tadi dengan memasukan perintah bash latihan1.sh

dan berhasil.



PENGERTIAN SHELL DALAM SISTEM OPERASI

 PENGERTIAN SHELL DALAM SISTEM OPERASI


Shell adalah suatu perangkat lunak yang menyediakan antarmuka bagi pengguna sistem operasi yang menyediakan akses ke layanan kernel.

Shell sistem operasi pada umumnya mempunyai 2 kategori. yaitu command Line dan graphical. Command Line shells menyediakan Command Line Interface (CLI) ke sistem operasi, sedangkan graphical shells seperti Windows Shells, menyediakan Graphical User Interface (GUI). Tujuan utama dari shell adalah untuk memulai program lain dengan melihat isi directories.

Manfaat dari CLI dan GUI shell sering diperdebatkan. CLI mengklaim bahwa operasi tertentu dapat dilakukan jauh lebih cepat CLI shell dibanding dengan GUI shell. Namun, para pendukung GUI menganjurkan kegunaan komparatif dan keserhanaan GUI shell. Pilihan terbaik sering ditentukan oleh cara dimana komputer digunakan. Pada server, terutama digunakan untuk transfer data dan pengolahan dengan administrasi asli, CLI mungkin menjadi pilihan yang terbaik. Namun, GUI akan sesuai untuk komputer yang digunakan untuk mengedit gambar atau video dan pengembangan data.

Contoh-contoh shell:

Bourne shell, C shell, Emacs shell, Stand alone shell, rc shell, bean shell adalah beberapa contoh shell dari UNIX.

cmd.exe

command.com

Windows power shell

Singularity shell

Google shell

Console

iSeries QSHELL

dll.

Sekian penjelasan dari saya semoga bermanfaat


Sumber :    https://sites.google.com/a/student.unsika.ac.id/bongkar-os-linux/pengenalan-os/shell-pada-sistem-operasi

PENGERTIAN, SEJARAH, CIRI-CIRI DAN CONTOH DARI UNIX


Pengertian UNIX

Untuk lebih detailnya, saya akan jelaskan pengertian UNIX terlebih dahulu. UNIX yang punya sinonim dengan Multics (Multiplexed Information and Computing Service) merupakan sistem operasi yang berbasis multiuser atau banyak pengguna. Sehingga tidak heran jika sistem operasi ini banyak ditemukan pada komputer-komputer yang ada.

Selain berguna sebagai program yang digunakan untuk menyelesaikan masalah terhadap sebuah sistem komputer, UNIX juga dapat dijadikan sebagai media komunikasi.

Oleh karena itu, UNIX ini sebagai program yang paling banyak diminati masyarakat. Dengan sejuta karakteristik yang lucu dan unik, UNIX dapat memberikan kita ilmu pengetahuan yang luas dan tinggi guys. Karena UNIX memiliki kecerdasan yang dapat dijadikan sumber ilmu dengan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga kita atau para perngguna akan mudah menangkap isi informasi yang terdapat di dalam sistem operasi UNIX ini.

Sejarah UNIX

UNIX dikembangkan oleh Multics pada tahun 1969. Sayangnya keterlambatan yang diakibatkan oleh jarak yang jauh antara periset yang mengembangkan dengan laboratorium yang mengelola membuat proyek Multics ini dihentikan oleh AT & T.

Namun, kedua peneliti yaitu Ken Thompson yang menggandeng kerja sama dengan rekannya yakni Dennis Ritchie, yang awalnya mereka bekerja pada proyek Multics, kembali melakukan realisasi pada Multics dengan menggunakan komputer yang lebih portabel yakni komputer PDP-7.

Ken Thompson

Awal Tahun 1971

Pada tahun 1971, Peter Neuman mengusungkan nama baru untuk sistem operasi ini yakni UNIX. Sistem operasi ini telah banyak ditambahkan program-program kecil yang dapat digunakan untuk menjalankan suatu fungsi oleh para ilmuwan AT&T.

Selain itu, Ken Thompson berhasil menggunakan bahasa C yang dirancang oleh Dennis Ritchie yang memudahkan bagi para penggunanya dan memudahkan komputer untuk dibawa dari satu komputer ke komputer lainnya.

Memasuki Tahun 1973 Hingga 1977

Di awal tahun 1973, perkembangan UNIX semakin luas. Hal ini ditandai dengan terdapat 16 komputer di luar Laboratorium Bell yang menggunakan sistem operasi UNIX, serta terdapat 500 tempat menggunakan sistem operasi UNIX, baik di gunakan pada perguruan tinggi bahkan hingga pada negara asing.

Tak puas pada itu saja, di tahun 1977 UNIX mengeluarkan versi terbarunya yang memiliki dukungan komersial. Barkeley membayar 400 (dalam satuan dollar) untuk memperoleh sumber UNIX yang terdapat kode sumber di dalamnya.

Tahun 1978

Setelah itu, ditahun 1978 Bill Joy mengeluarkan salinan koleksi program  sebanyak 30 salinan dan memodifikasi UNIX. Di tahun-tahun berikutnya UNIX ini selalu berkembang, serta melakukan pembaruan-pembaruan pada versi terbarunya.

Akan tetapi, saat nama UNIX berubah menjadi BSD UNIX, AT&T membuat pernyataan bahwa BSD UNIX akan berubah nama menjadi BSD 4.2 dengan lisensi Berkeley, dimana BSD UNIX ini tidak kompatibel karena bukan merupakan produk UNIX yang standar.

Ciri-Ciri Sistem Operasi UNIX

Setiap sistem operasi atau apapun tentunya memiliki keunikan ataupun karakteristik yang berbeda, sebagaimana windows dan macOS. Karakteristik inilah yang biasa disebut ciri-ciri dari sistem operasi tersebut. Lalu bagaimana kita mengetahui sistem operasi itu termasuk dalam UNIX atau bukan?

Nah, berikut ciri-ciri sistem operasi UNIX antara lain:

  •  Sistem operasi UNIX ini masuk dalam kategori multitasking atau multiuser, yang dimaksud dengan multiuser atau multitasking yakni memungkinkan pengguna untuk melakukan penggunaan aplikasi atau program dalam waktu yang bersamaan (multiuser dan multitasking).
  • Sistem operasi UNIX ini sangat portable, artinya kamu dapat menjalankan dari satu komputer bahkan ke komputer lain. Bahkan memungkinkan pada semua jenis komputer (portabilitas).
  • Sistem ini memudahkan pengguna untuk mengakses data ataupun informasi yang dimilikinya (sistem berkas hirarki).
  • Memiliki fungsi utilitas yang dapat menyesuaikan program dengan kebutuhan atau keinginan dari para pengguna (utilitas).

Dari ciri-ciri di atas, tentu UNIX berbeda dengan macOS ataupun OS Windows. Meskipun ada beberapa persamaan. Misalnya kemampuan multitasking yang dimiliki hampir semua jenis OS.

Contoh Sistem Operasi UNIX

Selanjutnya agar mempermudah kamu memahami secara menyeluruh apa itu UNIX, saya akan berikan beberapa contoh sistem operasi UNIX.

Jika diawal saya telah membahas awal mula UNIX dan perkembangannya, disini saya akan membahas mengenai UNIX yang telah dikembangkan dan digunakan oleh para pengguna dengan tambahan kebutuhan teknologi yang telah disematkan pada UNIX dari pengembang-pengembang yang menggunakannya.

Bahkan, sistem operasi UNIX ini tidak benar-benar digunakan dengan nama aslinya UNIX. Mereka lebih banyak menyebut istilah Freenix yang sebetulnya cara kerja keseluruhan mengacu pada sistem operasi UNIX. Contohnya yaitu: Agnix (untuk pendidikan), android; Bada; Darwin; FreeBSD; Chrome OS, Linux, Apple Max OS dan lain sebagainya. 

 

Sumber :    https://www.jurnalponsel.com/pengertian-unix-beserta-sejarah-ciri-ciri-dan-contoh-unix/


Cara Memakai Putty

PuTTY adalah suatu aplikasi terminal emulator yang mensupport berbagai protokol jaringan seperti: SSH, Telnet program, RLogin, dan SUPDUP.

Aplikasi terminal emulator ini memungkinkan Anda untuk mengakses suatu komputer yang ada di tempat lain secara remote.

Aplikasi ini biasanya digunakan untuk mengakses komputer server. Komputer server umumnya terletak di suatu tempat yang jauh. Dengan aplikasi ini, Anda bisa mengelola server tersebut tanpa harus mendatanginya secara fisik.

PuTTY menggunakan user interface berbasis teks. Anda tidak akan mendapatkan tampilan grafis. Untuk menjalankan sejumlah perintah, Anda harus menggunakan command line.
Berikut adalah langkah-langkah untuk menggunakan Putty :

Pertama, kamu harus mengunduh putty. kamu bisa langsung download putty di sini 
Selanjutnya pasang putty di laptop kamu
setelah terpasang, buka putty maka tampilan akan seperti ini:

isikan kolom hostname dengan IP addres target, cara mengetahui IP addres adalah dengan memasukan perintah ip addr di Debian.

sebelum itu, kita konfigurasikan dulu Debian kita dengan menginstall ssh. Caranya dengan memasukan perintah apt install ssh

    cek status ssh di Debian, caranya dengan memasukan perintah systemctl status ssh

berikan izin firewall dengan cara memasukan perintah ufw allow 22/tcp, jika kamu belum memasang ufw di Debian kamu, kamu bisa memasukan perintah apt install ufw telebih dahulu.

baru setelah itu masukan Ip addres yang sudah kita dapatkan tadi di putty, dan isikan port dengan 22 (default). Kemudian klik Open

Setelah itu akan muncul pop up, kita tinggal langsung klik yes.
Selanjutnya kita akan diarahkan ke login:

Login menggunakan user yang kita inginkan, dan selesai.